This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

8 Mei 2018

Nintendo Labo - Sensasi Video Game yang Nggak Biasa


Pembaca RumahPintar.org pasti sudah nggak asing dengan yang namanya Nintendo. Ya, perusahaan raksasa dari Jepang ini merupakan penyebab industri video game bisa bertahan hingga saat ini berkat inovasi-inovasinya yang berani dan nggak biasa. Sejak smartphone Android menjadi hal biasa yang dimiliki banyak orang, saya sempat mikir kalau konsol video game akan punah, karena smartphone yang kita miliki sudah cukup layak untuk menjadi konsol portable dengan kemampuan yang tidak kalah dengan konsol game yang sebenarnya. Apalagi dengan adanya Playstore dan Steam, proses distribusi game jadi makin gampang, karena semua permainan bisa dibeli tanpa harus beranjak dari tempat duduk kita.

Namun sepertinya apa yang saya perkirakan tidak tepat, karena Nintendo baru-baru ini merilis Nintendo Labo yang merupakan ekstensi dari Nintendo Switch. Nintendo Labo merupakan inovasi yang sangat unik, karena hanya berbekal kardus, kita bisa menciptakan berbagai peralatan canggih yang bisa dimainkan. Labo Toy-Con Variety Kit seharga € 70 (sekitar 1.171.356 Rupiah) mencakup 5 macam permainan, yaitu alat pancing, mobil remote control, bangunan rumah, kemudi motor, dan piano. Kelimanya memerlukan konsol Nintendo Switch (disediakan terpisah) untuk memberikan getaran, layar, kamera, dan kontrol untuk memainkan mini-game. Robot Toy-Con Kit dengan harga sedikit lebih mahal, yaitu € 80 (sekitar 1.338.561 rupiah) akan mengubah kamu menjadi robot berukuran penuh yang gerakannya ditirukan pada layar.

Daya tarik Labo tidak hanya pada mini-game itu sendiri, melainkan lebih kepada kesenangan yang kita dapatkan saat merakit dan menghias perangkat-perangkat kecil dari potongan-potongan kardus yang rata. Untungnya ini bukan pekerjaan yang sulit. Tidak ada pengerjaan yang terlalu rumit dan setiap langkah disampaikan secara jelas dalam video tutorial. Objek termudah hanya membutuhkan 10 menit perangkaian dan pelipatan, sedangkan yang paling rumit bisa membutuhkan waktu selama dua jam.

Adik-adik yang masih kecil dapat dibantu oleh orang dewasa, terutama untuk mencegah mereka jangan sampai merusak kardusnya. Bahan bakunya kokoh, tetapi masih mungkin untuk rusak. Anak-anak yang lebih besar bisa mencoba berbagai kemungkinan yang bisa dibuat dari Toy-Con Garage. Toy-Con Garage adalah sebuah bahasa pemrograman sederhana yang memungkinkan kita untuk memprogram interaksi sederhana dengan mainan yang kita bangun, seperti "jika ini terjadi, maka lakukan ini". Kamu bahkan dapat menambahkan alat buatan sendiri yang terbuat dari kardus lain yang biasa ditemukan di rumah.

Labo adalah sisi lain kesuksesan bagi Nintendo. Harganya tidak murah, tetapi dapat digunakan untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas.

Mau tau lebih jauh tentang Labo, simak aja video berikut ini:
Share:

2 Maret 2017

Bagaimana Otak Manusia Memproses Tulisan?


Dalam proses membaca, mata bertindak sebagai indra yang menangkap kata-kata dalam bahan bacaan. Kata-kata tersebut kemudian dikirim ke otak untuk dikenali sebagai sebuah kosa kata, kelompok kata, maupun pemahaman sebuah kalimat.

Ternyata otak manusia mampu memproses kata-kata dengan baik bahkan ketika urutannya dibolak-balik. Coba Anda simak teks berikut:
Kmaemuapn mbecmaa cpeat trkeiat eart dngean kmaemuapn mngelnaei ktaa. Mnuasia mngenelai breabgai ktaa lweat bkuu dan tlisaun ynag dbiacaayn. Ktaa-ktaa tbuesret dsimiapn dlaam mmorei oatk dan aakn dinalkei lbeih cpeat ktikea dtemuikan kmblaei pdaa baahn baacan ynag brau.
Libeh habet lgai tnyatera uturan ktaa tdiak tlaleru ptineng aslaakn psoisi hruuf preatma dan trekahir tdiak bruebah. Adna hnaya ckuup mngelnaei hruuf preatma dan trekahir tdai kmeduian dnegan kmemapaun laur baisa aakn mngeanilnya sbegaai sbeauh ktaa spereti ynag Adna bcaa skeranag. Ini mneuurt rsiet ynag prenah dlikaukan Uinvertisas Cmabrigde, Ingrigs.
Luar biasa bukan? Ternyata kita tidak mengalami kesulitan ketika membaca teks di atas. Mungkin kita membaca lebih lambat, namun pada akhirnya kita tetap dapat membacanya dengan baik. Ternyata mata manusia hanya perlu membaca huruf di awal dan di akhir sebuah kata agar otak bisa memproses kata tersebut.

Inilah prinsip membaca cepat. 

Sumber:
Share:

1 Maret 2017

Minat Baca Rendah, namun Orang Indonesia Paling Aktif Bermedia Sosial


Kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Yang uniknya adalah, meskipun minat baca kebanyakan orang Indonesia rendah, namun orang-orang Indonesia dikenal sangat aktif dalam bermedia sosial. County Head Twitter Indonesia Roy Samungsong mengatakan, pengguna di Indonesia sangat aktif dibanding negara lain. Dalam setahun, kicauan dari Tanah Air menembus angka miliaran.

Hal ini tentu bisa menjadi renungan bagi kita semua, jangan-jangan hal inilah yang menjadikan orang-orang Indonesia sebagai konsumen yang empuk untuk info provokasi, hoax dan fitnah.

Apakah kita termasuk konsumen dari info-info hoax tersebut, atau justru yang paling sering like dan share hoax tersebut?

Sumber:
Kompas: Minat Baca Indonesia Ada di Urutan ke-60 Dunia
Detik: Indonesia Negara Paling 'Cerewet' di Dunia
Share:
Lisensi Creative Commons
Konten ini dapat diacak-acak Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.