6 Oktober 2017

Menjadi Pengemudi Angkutan Online (Part 1 - Memilih mitra yang sesuai)

Tulisan kali ini lebih bersifat sharing pengalaman, dibandingkan sharing pengetahuan.

Berawal dari keinginan untuk menambah tabungan masa depan, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba peruntungan menjadi driver angkutan online. Kebetulan saya baru membeli mobil di bulan Juli yang saya dapat dengan cara mengajukan diri sebagai mitra antar jemput sekolah. Seleksinya merupakan hak prerogratif direktur utama, sehingga untuk mengajukan diri maka saya harus langsung menghubungi beliau dan memohon kesediaan beliau untuk menerima saya sebagai mitra antar jemput sekolah. Setelah berdebar-debar menunggu jawaban beliau beberapa minggu kemudian, akhirnya saya disetujui untuk menjadi mitra antar jemput sekolah. Saya senang bukan main, karena apabila menjadi mitra antar jempu sekolah, maka mulai dari DP hingga pengurusan berkas-berkas dibantu oleh sekolah, sehingga saya cukup lega karena kemungkinan untuk di-approve oleh pihak Bank akan lebih besar dengan adanya jaminan perusahaan. Alhamdulillah saya bisa punya mobil "hanya" dengan bermodalkan izin dari direktur, karena DP sudah dipinjamkan sekolah, sedangkan cicilan bisa saya bayar dari hasil komisi antar jemput. Terima kasih Ibu Direktur atas kebaikan hatinya (^_^).

Setelah berjalan lebih dari 2 bulan, keinginan menjadi pengemudi angkutan online muncul saat liburan tengah semester sekolah. Saya mulai berfikir, kenapa masa-masa liburan tidak saya manfaatkan untuk hal-hal yang produktif, bukankah karyawan lain juga masih masuk kerja dan hanya guru yang libur. Saya pun mulai mencari-cari info di internet mengenai pengalaman orang-orang yang sudah pernah mencoba peruntungan menjadi driver angkutan online. Saat tulisan ini ditulis, ada 3 perusahaan penyedia aplikasi angkutan online yang beroperasi di Indonesia, yaitu: Grab, Uber, dan GoJek. Saya yakin setiap perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun pilihan saya akhirnya jatuh kepada GoJek dengan layanan GoCar nya.

Alasan paling utama saya memilih GoJek disamping kelebihan lainnya adalah karena GoJek adalah satu-satunya penyedia lanyanan angkutan online yang menerima mitra dengan mobil Daihatsu GranMax Minibus (bukan tipe Blind Van atau Pickup). Inilah mobil yang saya punyai saat tulisan ini ditulis, karena untuk mobil antar jemput sekolah GranMax dapat mengangkut banyak siswa. Pada situs Grab, saya tidak menemukan GranMax sebagai pilihan mobil, sedangkan pada situs Uber malah dengan tegas menyatakan GranMax adalah mobil yang tidak diperbolehkan, mungkin karena mobil ini identik dengan mobil barang. Nah, GoJek lah satu-satunya perusahaan yang dalam persyaratannya tidak menyebutkan merk kendaraan, melainkan hanya persyaratan tahun dan spesifikasinya saja. Menurut saya ini sangat fair, karena dalam menjalankan usaha seharusnya perusahaan tidak terpaku pada brand atau merk tertentu.

Sebagai contoh, GranMax yang saya punya saya atur agar senyaman mungkin digunakan untuk penumpang dan tidak saya gunakan untuk membawa barang, sebaliknya ada juga orang yang menggunakan Xenia untuk mengangkut cathering, atau kalau pemiliknya tidak apik ada yang mobilnya Terios tapi kotornya minta ampun dan tidak nyaman karena jarang diservis. Jadi bagi saya, layak atau tidaknya mobil untuk angkutan penumpang bukan karena merk nya, karena selama mobil tersebut secara bawaan  pabrik sudah menyediakan kursi untuk penumpang di baris tengah atau belakang, maka masalahnya hanya bagaimana mengkondisikan mobil tersebut agar nyaman ditumpangi. GranMax masih layak untuk itu karena memiliki kursi penumpang dan sudah dilengkapi AC, audio, serta powersteering untuk kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Lisensi Creative Commons
Konten ini dapat disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.